Selasa, 25 September 2018
Vitamin peternakan
Cara merawat buah tin dalam pot
Negara agraris, Indonesia memiliki lahan yang subur serta iklim yang mendukung untuk bercocok-tanam. Berbagai macam tanaman bisa tumbuh subur di Indonesia, tak terkecuali tanaman dari luar sekalipun. Salah satu yang bisa dicoba adalah budidaya buah tin.
Buah Tin atau buah Ara juga salah satu tanaman yang memiliki potensi yang tinggi adalah cukup tinggi, apalagi jika berbicara mengenai manfaat buah Tin sendiri, segudang manfaat ada di dalamnya. Menurut hasil penelitian California Fig-s Advisory, kandungan nutrisi pada setiap 100 g buah Tin meliputiEnergi 250 kcal 1040 kJ, Karbohidrat 63.87 g, Lemak 0.93 g, Protein 3.30 g, Gula 47.92 g, Folat (Vit. B9) 9 μg 2%, Vitamin C 1.2 mg 2%, Zinc 0.55 mg 6%, Kalsium 162 mg 16%, Riboflavin (Vit. B2) 0.082 mg 5%, Pantothenic acid (B5) 0.434 mg 9%, Vitamin B6 0.106 mg 8% dll. Saking banyaknya kandungan nutrisi didalamnya, buah Tin dijuluki buah super nutrition oleh para ahli.
Harga buah Tin di pasaran yang cukup tinggi membuat banyak masyarakat yang ingin menanam pohon tin di sendiri. Bagaimana tidak, harga untuk 100 gram buah tin kering saja bisa mencapai 50rb per 100 gramnya. Hal inti tentu tak lepas dari minimnya buah Tin di pasaran, kebanyakan buah Tin yang beredar saat ini adalah hasil impor dari luar negeri.
Cara budidaya buah tin sebenarnya bukan sesuatu yang sulit, bahkan bisa dikatakan tergolong mudah. Kita bahkan bisa menanam buah tin di tempat sempit seperti pekarangan rumah. Untuk menanam buah tin sendiri, teknik yang banyak digunakan adalah menggunakan teknik cangkok layaknya menanam ketela pohon.
Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bibit adalah pilihlah batang buah tin yang masih muda dan berkulit hijau karena akan membuat proses perakaran lebih cepat dan banyak.
Setelah bibit pohon tin siap, hal yang harus disiapkan tentunya adalah media tanam. Kesuksesan budidaya buah tin ada pada unsur kesuburan media tanam baik secara fisik, kimia maupun biologis.
Tanah yang harus disiapkan harus remah, gembur dan porous, yakni tanah yang ketika disiram air maka akan cepat meresap kedalamnya. Untuk mencukupi kebutuhan tiga hal diatas, kita perlu menyediakan media tanam yang terbuat dari sekam atau arang sekam dan pupuk kandang.
Waktu yang paling tepat untu menanam pohon tin adalah pada waktu sore hari, hal ini karena kondisi udara sore hari yang cenderung sejuk sehingga pengakaran akan bekerja dengan baik hingga esok hari tanpa diganggu proses penguapan.
- Siapkan pot atau polybag yang disisi dengan tanah sebanyak 1/3 bagian pot/ polybag.
- Masukkan bibit perbanyakan (cangkok) pada media tersebut. Hal yang perlu diperhatikan adalah tata letak dari bibit, pastikan bibit terletak pada posisi tengah dengan tegak.
- Padatkan media sekeliling tanaman.
- Siram dengan air hingga meresap sampai kebagian bawah pot.
Jika sudah selesai, letakkan tanaman pada tempat yang teduh hingga pohon tin benar-benar siap dipindah pada area budidaya.
Selanjutnya adalah proses merawat pohon tin. Perawatan pohon tin sebenarnya tergolong sederhana, yakni dengan cara melakukan penyiraman secara teratur pada pagi dan sore hari. Selain pernyiraman, pastikan area tanam terbebas dari tumbuhan lain seperti rumput. Untuk urusan pemupukan, dapat dilakukan ketika usia pohon tin sekitar 4 bulan dari penanaman awal.
Cukup sekian artikel dari saya semoga bermanfaat bagi kita semua, dan jika ingin berkonsultasi lebih mendalam tentang cara budidaya buah tin dalam pot Silahkan klik https://wa.me/6285842045609 atau bisa langsung via : 082248073089 (Telepon)
085713243364 (WhatsApp)
Senin, 24 September 2018
Cara mengatasi lalat buah pada tanaman buah
Natural Metilat Lem merupakan Produk Pertanian perangkap lalat buah dari PT NASA Natural Nusantara berupa lem khusus untuk menanggulangi lalat buah dan hama terbang lainnya. Metilat Lem bekerja dengan menggunakan antraktan yang merangsang serangga mendekat ditambah lagi warna kuning Metilat. Natural Metilat Lem ini memiliki bau dan aroma yang memikat lalat buah untuk menghinggapinya. Saat lalat buah hinggap di atas lem ini, maka lalat tersebut tidak dapat bergerak dan akhirnya mati sehingga perkembangan hama pengganggu dapat dikendalikan.
Manfaat dan Kelebihan Metilat Lem
- Melindungi buah dari serangan lalat buah dan hama serangga terbang lainnya.
- Mencegah kerontokan dan busuk buah.
- Mengandung 70% bahan aktif (Malalueca brachteata)
- Tahan lebih lama sehingga sangat efektif dan efisien.
- Mencegah dan mengurangi penggunaan pestisida.
- Tidak menimbulkan bahaya residu pestisida.
- Efektif untuk, cabai, melon, mangga, belimbing, nangka, jeruk, apel, jambu, dll.
Cara Pemakaian Metilat Lem
- Siapkan botol plastik bekas dan sebatang kayu dengan panjang 1-2 meter.
- Lumuri botol plastik dengan Metilat.
- Pasangkan botol plastik yang telah dilumuri Metilat pada kayu tadi.
- Tancapkan kayu yang telah dipasangi perangkap di kebun anda.
- Tunggu 5-10 menit. Lalat buah akan terperangkap.
Produk Nasa Natural Metilat Lem tersedia di toko kami dalam kemasan botol isi 100cc yang dapat digunakan untuk lahan seluas 1 hektar.
Untuk informasi pemesanan produk silahkan klik https://wa.me/6285842045609 atau bisa langsung hubungi kami via :
082248073089 (Telepon )
085713243346(WhatsApp)
Budidaya ikan nila organik
Budidaya Ikan Nila – Ikan nila adalah jenis ikan konsumsi yang hidup di air tawar. Jenis ikan air tawar ini cenderung mudah dibudidayakan dan mudah dipasarkan karena merupakan salah satu jenis ikan yang paling sering dikonsumsi setiap hari. Dengan budidaya ikan nila yang mudah dan pemasaran yang lingkupnya masih cukup luas, membuat budidaya ikan nilai sebagai peluang usaha yang bagus untuk dilakukan, untuk skala rumah tangga atau skala besar.
Dengan dukungan aplikasi Produk NASA dari PT. Natural Nusantara seperti TON (pupuk khusus bidang perikanan), POC NASA, Hormonik, dan VITERNA yang sudah banyak dibuktikan keunggulannya oleh para petani budidaya ikan nila. Produk-produk NASA tersebut mampu meningkatkan hasil produksi ikan nila dan mampu mempercepat masa panen.
Penyiapan Sarana dan Peralatan
Kolam
- Kolam pemijahan atau kolam untuk pemeliharaan induk
Sebaiknya kolam berupa kolam tanah dengan luas sekitar 50 – 100 m² dengan kepadatan kolam induk hanya 2 ekor per m². Syarat kolam pemijahan yaitu suhu pada airnya sekitar 20 – 22ºC, kedalaman air 40 – 60 cm, dengan dasar kolam berpasir.
- Kolam pemeliharaan benih atau kolam pendederan
Luas kolam 50-100 m² dengan kedalaman 30-50 cm. Kepadatan 5-50 ekor per m². Lama pemeliharaan di dalam kolam ini antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.
- Kolam pembesaran
Berfungsi untuk memelihara dan membesarkan benih setelah dari kolam pendederan. Ada kalanya dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam pembesaran, yaitu :
Kolam pembesaran tahap pertama, berfungsi untuk memelihara benih ikan setelah dari kolam pendederan. Kolam sebaiknya berjumlah 2-4 buah kolam dengan luas masing-masing sekitar 250-500 m². Pembesaran tahap pertama ini sebaiknya tidak memakai kolam semen, karena benih ukuran ini membutuhkan ruang yang luas. Setelah benih menjadi gelondongan kecil, selanjutnya benih memasuki pembesaran tahap kedua atau bida juga dijual langsung kepada petani.
Kolam pembesaran tahap kedua, berfungsi untuk memelihara benih gelondongan besar. Kolam pada tahap ini dapat berupa kolam tanah atau sawah. Atau keramba apung dapat juga digunakan dengan mata jaring 1,5 cm. Jumlah bibit yang ditebar pada kolam tahap kedua tidak lebih dari 10 ekor per m².
Kolam pembesaran tahap ketiga, berfungsi untuk membesarkan benih. Gunakan kolam tanah dengan luas sekitar 500-2000 m².
Pembesaran ikan nila dapat juga dilakukan di jaring apung. Berupa Hapa berukuran 1 x 2 m sampai 2 cx 3 m dengan kedalaman 75-100 cm. Atau ukuran hapa dapat disesuaikan dengan kedalaman kolam. Sawah yang sedang diberokkan dapat juga digunakan sebagai tempat untuk pemijahan dan pemeliharaan benih ikan nila. Sebelum digunakan, petak sawah diperdalam dahulu agar dapat menampung air sedalam 50-60 cm, dibuat parit selebar 1-1,5 m dengan kedalaman 60-75 cm.
Peralatan
Alat-alat yang digunakan untuk usaha pembenihan ikan nila adalah :
- Jala
- Waring (Anco)
- Hapa (kotak dari jaring / kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih)
- Seser
- Ember
- Baskom berbagai ukuran
- Timbangan skala kecil (gram) dan timbangan skala besar (kg)
- Cangkul
- Arit
- Pisau
- Piring secchi (untuk mengukur kadar kekeruhan air)
Persiapan Media
Dalam membuat media untuk pemeliharaan ikan, terutama pengeringan, pemupukan, dan sebakainya. Dalam tahap menyiapkan media, yang perlu diperhatikan adalah :
- Pengeringan kolam selama beberapa hari
- Lakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar, dengan dosis 25-200 gr per m²
- Lakukan pemupukan dengan TONdicampur dengan Urea dan TSP, dengan dosis masing-masing 50-700 gr per m²
Pembibitan
Pemilihan Bibit dan Induk
Ciri-ciri indukan nila yang unggul adalah :
- Dapat memproduksi benih dalam jumlah besar dengan kualitas tinggi
- Pertumbuhannya tergolong cepat
- Responsif terhadap makanan buatan yang diberikan
- Resisten terhadap serangan parasit, hama dan penyakit
- Dapat hidup dengan baik meskipun di lingkungan air yang buruk
- Ukuran induk yaitu sekitar 120-180 gr per ekor
- Berumur antara 4-5 bulan
Ciri Induk Betina
- Terdapat 3 buah lubang pada alat urogenetial yaitu dubur, lubang urine dan lubang pengeluaran telur
- Ujung sirip berwarna merah pucat
- Warna perut lebih putih
- Warna dagu putih
- Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan
Ciri Induk Jantan
- Terdapat 2 buah lubang pada alat urogenetial yaitu dubur dan lubang sperma merangkap lubang urine
- Ujung sirip berwarna merah terang
- Warna perut lebih gelap
- Warna dagu kehitam hitaman dan kemerah merahan
- Jika perut distriping mengeluarkan cairan
Pembenihan dan Pemeliharaan Benih
Pada tahap pembenihan, kegiatan yang dilakukan yaitu :
- Memijahkan dan memelihara induk ikan untuk menghasilkan anak ikan (burayak)
- Memelihara burayak dengan cara mendeder untuk menghasilkan benih ikan yang lebih besar
Kegiatan pembenihan biasanya menghasilkan benih yang berbeda ukuran, tergantung lamanya pemeliharaan benih. Benih ikan nila yang baru terlepas dari mulut induknya disebut benih kebul. Benih yang berumur 2-3 minggu setelah menetas disebut benih kecil, ukurannya 3-5 cm untuk selanjutnya benih kecil ini dipelihara di kolam lain. Setelah dipelihara selama 3 hari – 1 minggu akan dihaislkan benih ukuran 6 cm dengan berat 8-10 gr per ekor, yang disebut gelondongan kecil. benih nila merah yang berumur 2-3 minggu berukuran 5 cm atau lebih. Gelondongan kecil dipelihara di tempat lain lagi selama 1 – 1,5 bulan. Pada umur ini panjang benih telah mencapai 10 -12 cm dengan berat 15 – 20 gr, benih ini disebut gelondongan besar.
Pemeliharaan Pembesaran
Sekitar 2 mingu sebelum digunakan kolam harus dipersiapkan. Dasar kolam dikeringkan dengan cara dijemur beberapa hari. Dasar kolam dibersihkan dari rumput liar dan dicangkul sambil di ratakan. Pintu air dan tanggul diperbaiki dan jangan sampai terjadi kebocoran. Saluran air diperbaiki supaya jalan air lancar. Saringan dipasang di pintu pemasukan dan pengeluaran air.
Pemupukan
Menggunakan pupuk organik, anorganik seperti TSP dan Urea, serta kapur. Beberapa hari sebelum benih ikan disebar, kolam harus dipersiapkan terlebih dahulu. Pintu air dan tanggul diperbaiki, dasar kolam dicangkul diratakan lalu ditaburi kapur dolomit sebanyak 100-150 kg per ha. Pengapuran berfungsi untuk menaikkan pH kolam menjadi 7 – 8 dan juga untuk mencegah serangan penyakit.
Selanjutnya kolam diberi TON yang dicampur Urea dan TSP sebanyak 50 kg per ha. Urea dan TSP dicampur dengan TON lalu ditebarkan merata di dasar kolam. Selesai pemupukan, kolam diairi setinggi 10 cm dan biarkan selama 3-4 hari supaya terjadi reaksi antara berbagai macam pupuk dan kapur dengan tanah.
Pada hari ke-5, air kolam ditambah hingga setinggi 50 cm, lalu masukkan POC NASA ke dalam kolam dan diamkan selama 48 jam. Baru benih ikan nila mulai ditebarkan ke kolam. Pada waktu ini, plankton mulai tumbuh yang ditandai dengan perubahan warna air kolam menjadi kuning kehijauan. Pada dasar kolam juga mulai banyak organisme renik yang berupa jentik-jentik serangga, kutu air, cacing, anak siput, dan sebagainya. Selama pemeliharaan ini, air kolam diatur sedalam 75-100 cm.
Pemberian Pakan
Pemupukan kolam dengan TON telah merangsang tumbuhnya zooplankton, fitoplankton, cacing, jentik-jentik, siput dan cuk, yang merupakan pakan alami untuk ikan nila. Untuk pakan tambahan dapat berupa pelet dengan ukuran kecil yang bisa dimakan oleh bibit ikan. Campurkan VITERNA, POC NASA, dan HORMONIK ke dalam pelet tersebut untuk mempercepat pertumbuhan ikan dan mencegah serangan penyakit.
Pemeliharaan Kolam / Tambak
Sistem ekstensif (teknologi sederhana)
Merupakan sistem pemeliharaan ikan yang belum berkembang. Hasil produksi ikan nila biasanya hanya untuk konsumsi keluarga sendiri. Pemupukan tidak diterapkan secara khusus. Perkiraan waktu panen tidak tentu, ikan yang sudah agak besar dapat dipanen sewaktu-waktu.
Sistem semi-intensif (teknologi madya)
Pemeliharaan ini biasanya digunakan untuk pendederan. Pada sistem ini dilakukan pemupukan dan pemberian pakan tambahan yang teratur. Produksi ikannya tidak lebih dari 50 gr, itupun kalau benih yang dipelihara sudah berupa benih gelondongan besar.
Sistem intensif (teknologi maju)
Sistem ini merupakan pemeliharaan yang paling modern. Pakan yang diberikan baisanya pakan bermutu. Ransum hariannya 3% dan berat biomassa ikan per hari. Pakannya berupa pelet dengan kadar protein 25-26%, lemak 6-8%. Untuk pakan buatan berupa pelet jangan lupa dicampur dengan Produk NASA berupa POC NASA, VITERNA, dan HORMONIK ke dalam pelet.
Pemanenan
Setelah masa pemeliharaan selama 4-6 bulan. Ikan nila sudah dapat dipanen. Saat panen, rata-rata ukuran ikan nilai adalah 50 gr per ekor.
Sistem pemanenan dapat dilakukan secara bertahap, dipilih hanya yang ukuran layak konsumsi. Panen tahap pertama menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.
Teknik pemanenan yang paling mudah adalah dengan cara mengeringkan kolam secara total atau sebagian. Apabila ikan akan dipanen secara keseluruhan, kolam dikeringkan sama sekali. Apabila akan memanen sekaligus, hanya sebagian air yang dibuang.
Selama panen, air segar perlu dialirkan ke dalam kolam untuk mencegah supaya ikan tidak banyak yang mati. Ikan akan berkumpul di bak penangkapan kemudian diserok dan ditangkap. Setelah panen selesai, kolam dikeringkan dan dilakukan persiapan kembali untuk pemeliharaan selanjutnya.
Cukup sekian artikel dari saya mudah mudahan bermanfaat .
Terimakasih
Dan untuk informasi pemesanan produk silahkan klik link di bawah ini.
https://wa.me/6285842045609
Cukup sekian artikel dari saya mudah mudahan bermanfaat .
Terimakasih
Dan untuk informasi pemesanan produk silahkan klik link di bawah ini.
https://wa.me/6285842045609
Hormonik nasa
Hormonik ( Hormon Organik) di produksi oleh PT.Natural Nusantara untuk menjawab masalah petani dan peternak Indonesia saat ini. Sehingga dapat bersaing di pasar bebas. Hormonik mengandung 3 zat pengatur tumbuh organik : auksin, giberelin, dan sitokinin.
Kandungan dari HORMONIK Hormon Organik :N 0.06%, P2O5 0.01%, K2O 0.18 ppm, Cu 3.58 ppm, Zn1.56 ppm, B 433.51%, Co 0.28 ppm, Fe 5.28 ppm,Mo < 0.20, pH 6.20, Protein 0.04%, Kandungan air 94,31%,C organik 4,68%, Karbohidrat 5,34%, Asam Humat 0.95%
Hormonik memacu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman untuk mendapatkan hasil panen optimal.
Hormonik mengandung zat pengatur tumbuh (ZPT) Organik terutama Auksin, Giberelin, dan Sitokinin, di formulasikan dari bahan alami yang di butuhkan oleh semua jenis tanaman .
Hormonik tidak membahayakan (aman) bagi kesehatan mausia maupun hewan peliharaan.
Cara pemakaian Hormonik Hormon Organik :
1 Dosis : 1-2 cc Hormonik per 1 liter air.
2. Penggunaan lebih optimal jika di campur dengan POC NASA (dosis 1 tutup HORMONIK di tambah 3 tutup POC NASA)
3. Penggunaan di semprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata.
4. Tanaman semusim : mulai pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi, yaitu sebelum berbunga/ berumbi (3-6 kali semprot). Penggunaan sejak awal tanam lebih baik.
5. Tanaman tahunan : 2-4 bulan sebelum berbunga / berbuah( 3-6 kali semprot)
6. Unggas : 1 botol (500cc) POC NASA / VITERNA Plus di tambah 1 tutup HORMONIK, kemudian 1-2cc campuran POC NASA/ VITERNA Plus + HORMONIK di larutkan dalam 1 liter air minum di berikan ke unggas (ayam) satu hari 1 kali.
Manfaat dan kegunaan HORMONIK Hormon Organik
1. Mempercepat proses pertumbuhan tanaman
2. Memacu dan meningkatkan pertumbuhan dan pembuahan
3. Mengurangi kerontokan bunga dan buah
4. Membantu pertumbuhan tunas
5. Membantu pertumbuhan akar
6. Memacu pembesaran umbi
7. Meningkatkan keawatan hasil panen
8. Memacu meningkatkan bobot unggas dan ternak.
Agar lebih maksimal dan menjaga kesuburan tanah akan lebuh maksimal jika sebelum tanam menggunakan SUPERNASA yang manfaatnya adalah untuk menjaga kwalitas tanah agar tetap gembur.
Semoga artikel seputar HORMONIK Hormon Organik ini dapat membantu dan memberikan solusi untuk semua pembaca di manapun anda berada, untuk info lebih lanjut hubungi nomor dibawah ini :
082248073089 atau klik
Pupuk organik NASA
Selamat berjumpa pembaca yang baik hati jumpa lagi dengan kami PAKAR PUPUK ORGANIK yang akan selalu menyajikan artikel bermafaat seputar pertanian dan perkebunan. Kali ini kita akan membahas tentang POC NASA. Apa itu POC NASA, bentuk POC NASA, kemasan POC NASA, bahan POC NASA, manfaat, kandungan dan cara aplikasi atau pemakaiannya.
Apa itu POC NASA
POC NASA atau kepanjangan dari Pupuk Organik Cair NASA adalah pupuk organik yang berbentuk cair yang sangat bermanfaat untuk mempercepat petumbuhan tanaman, membantu mempercepat pembuahan dan yang pasti meninggkatkan hasil panen secara kualitas dan kuantitas. Karena benruknya cair jadi cara yang paling efektif adalah dengan cara dicampur dengan air bersih kemudian disemprotkan ke bawah daun atau stomata atau mulut daun. Selain untuk tanaman POC NASA ini juga sangat bermanfaat bagi hewan ternak untuk mempercepat pertumbuhan ternak dan mengurangi kematian. Pupuk ini berbahan alami dan sangat ramah lingkungan bahkan bila dikonsumsi manusia baik itu tanpa sengaja maupun dengan sengaja tidak berakibat buruk atau membhayakan. Justru pupuk ini adalah vitamin alami dosis tinggi yang sangat bermanfaat bagi tubuh terutama bagi kita yang sedang menderita sakit.
Bentuk POC NASA
POC NASA berbentuk cair dan ini sudah berbentuk ion sehingga mudah diserap oleh tanaman dan langsung berkasiat meningkatkan hasil panen. Warna dari POC NASA adalah cairan warna coklat kehitaman seperti air teh kental. Baunya tidak begitu menyengat dan cenderung seperti bau minuman segar.
Kemasan POC NASA
Pupuk POC NASA dikemas dalam 2 bentuk yaitu dalam 1 botol ukuran 500 cc untuk kapasitas luas lahan 1000 meter dan dalam box kertas berukuran berat 3 kg untuk kapasitas pemupukan luas lahan 10.000 meter atau 1 hektar.
Bahan POC NASA
POC NASA terbuat dari bahan pilihan yaitu rumput-rumputan dan tumbuhan lain yang bergizi tinggi dan bermanfaat untuk tanaman. Hal ini diambil dari filosofi alam yaitu pupuk kandang. Pupuk kandang berasal dari rumput yang dimakan sapi dan keluar menjadi pupuk kandang. Sedangkan POC NASA rumput-rumputan yang diolah mesin sesuai dengan proses terjadinya pupuk kandang, dan karena diolah dengan mesin maka hasilya lebih banyak dan lebih bagus dari pupuk kandang.
Manfaat POC NASA
- Menggantikan posisi pupuk kandang karena pupuk kandang bisa menimbulkan gulma, jamur dan virus
- 1 botol POC NASA atau 500 cc manfaatnya sama dengan 1/2 ton pupupk kandang
- 1 botol POC NASA relatif murah dibandingkan dengan harga 1/2 ton pupuk kandang
- Tanaman jadi segar dan subur
- Menambah anakan pada tanaman padi
- Meningkatkan hasil panen
- Memperbaiki tanah yang rusak karena seringya menggunakan pupuk kimia
- Mengurangi pemakaian pupuk kimia 50%
- Bermanfaat meningkatkan panen telur secara jumlah maupun kualitas untuk unggas yang diambil telurnya
- Meningkatkan hasil panen daging untuk ternak dan ikan yang diambil dagingnya
- Mengurangi kematian pada ternak dan ikan
- Mempercepat masa panen tanaman maupun hewan ternak
Cara Aplikasi POC NASA
- Disemprotkan pada bawah daun ( stomata ) jika tanaman tingginya terjangkau yaitu dengan dosis 6 tutup botol POC NASA untuk 1 tengki berukuran 15 liter. Lebih bagus ditambah HORMONIK 4 tutup.
- Dikocorkan bersamaan SUPER NASA, HORMONIK dan NPK disekitar pohon jika tinggi pohon tidak terjankau oleh semprotan kita.
Kandungan POC NASA
N 0,06%, P2O5 0,01%, K2O 0,11%, C Organik 4,53%, Zn 37,8% ppm, Cu 6,45 ppm, Mn 2,38 ppm, Co 2,13 ppm, Fe 0,43 ppm, S 0,1%, Ca 61,04 ppm, Mg 14,53 ppm, Cl 0,26%, Na 0,13 ppm, B 42, 49 ppm, Si 0,01%, Al 6,38 ppm, Nacl 0,98%, Se 0,11 ppm, Cr < 0,05ppm, Mo< 0,2 ppm, V <0,04 ppm, So4 0,31% pH 7,9 Lemak 0,39%, Protein 0,38%
Humat 0,01
Vulvat
ZPT atau Zat Perangsang Tumbuh (Giberilin, Sitokinin, Auksin)
Bebas logam berat (Pb, Cd, Hg, As)
Bebas mikroba E coli, Salmonelia.
Untuk informasi pemesanan produk silahkan klik link di bawah ini :
https://wa.me/6285842045609
Cara membuat media tanam
Salah satu topik yang paling sering ditanyakan oleh pembaca blog ini yang menelepon atau mengirim email ke saya adalah bagaimana cara membuat media tanam untuk tabulampot ?, beberapa di antara mereka mengeluhkan problem pertumbuhan tanaman yang sangat lambat, tanaman yang terlalu cepat layu meski sering disiram, media tanam yang mengeras meski sering didangir, dan sebagainya.
Jika hal ini ditanyakan ke nursery tempat orang biasanya memperoleh sarana untuk menanan dan berkebun, maka jawaban tiap nursery akan berbeda-beda, karena mereka mempunyai kebiasaan sendiri untuk memformulasi media tanam untuk tanaman yang mereka jual, di sisi lain komposisi media tanam tersebut tentu saja akan berbeda antara untuk tanaman yang dikoleksi sendiri dengan tanaman yang dipajang untuk dijual. Media tanam untuk tanaman yang akan dijual biasanya dibuat seringan mungkin dengan mengurangi jumlah tanah dan memperbanyak proporsi bahan lainnya seperti sekam, cocopeat,cocofiber, cocoblock, kompos kasar dedaunan, serbuk arang, pecahan arang, serbuk kayu hasil gergajian, serta serasah tanaman (cincangan akar, ranting, dan daun). Tujuannya tentu saja adalah efisiensi untuk menekan biaya per satuan jumlah bibit serta memperingan bobot tanaman secara keseluruhan agar memudahkan dalam proses pengiriman ke tempat atau daerah yang jauh, bahkan pengiriman antar pulau.
Media tanam tabulampot sebaiknya harus dilihat dalam konteks bahwa media tanam harus bisa memberikan dukungan optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga pada akhirnya media tanam harus bisa memberikan dukungan secara fisik, kimia, maupun biologis. Dukungan fisik adalah kemampuan media tanam dalam memberikan ruang tumbuh optimal bagi akar, menyediakan proporsi pori makro bagi penyediaan air/lengas tanah serta proporsi pori makro bagi penyediaan oksigen untuk pernafasan akar. Keadaan ideal seperti ini hanya bisa terjadi jika dilakukan modifikasi terhadap struktur tanah. Struktur mampat pada tanah harus dimodifikasi agar struktur menjadi lebih remah (crumb), sementara struktur tanah lepas harus dimodifikasi juga agar menjadi lebih remah sehingga bisa “dipegang” oleh akar tanaman. Secara kimiawi, media tanam juga harus memberikan dukungan dengan kemampuaannya menerima, mengikat dan melepaskan unsur hara alami yang dikandungnya maupun penambahan unsur hara yang diberikan dalam bentuk pupuk, baik organik maupun anorganik. Dan yang terakhir adalah dukungan biologis media tanam yang diwujudkan dalam bentuk tersedianya ruang tumbuh yang optimal bagi kehidupan mikrobia-mikrobia tanah untuk menjalankan aktifitas kehidupan dalam membongkar bahan atau senyawa organik di dalam media tanam. Hasil akhir dekomposisi bahan atau senyawa organik adalah berupa hara-hara yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Jika melihat ukuran pot yang terbatas, media tanam harus dibuat subur secara fisik, subur secara kimia dan tentu saja subur secara biologis agar keterbatasan volume dalam pot tersebut mampu memberikan dukungan optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ketiga kesuburan tersebut bisa diperoleh dengan memodifikasi media tanam dengan mencampurkan beberapa bahan dengan proporsi tertentu. Berdasarkan pengalaman, saya biasa membuat media tanam dengan 3 bahan utama, yakni tanah, pupuk kandang, dan sekam padi.
Di Indonesia yang beriklim tropis, variasi jenis tanah menjadi sangat banyak dengan kandungan fraksi tanah dan tingkat kesuburan yang berbeda. Fraksi penyusun tanah terdiri dari fraksi lempung yang bersifat liat (sehingga sering disebut sebagai tanah liat), fraksi debu yang mudah terdispersi oleh air, serta fraksi pasir pada tanah-tanah yang berdekatan dengan gunung berapi aktif. Kandungan fraksi lempung, fraksi debu, dan fraksi pasir pada setiap jenis tanah tentu saja berbeda-beda. Ada jenis tanah yang dominan berisi fraksi lempung (biasanya berwarna hitam, kehitaman, merah, merah kecoklatan), dominan berisi fraksi debu (berwarna coklat muda, coklat kekuningan), serta tanah dengan fraksi pasir yang dominan (berwarna hitam keabuan). Dari beragam jenis tanah yang berbeda-beda kandungan fraksi penyusun tanahnya, ditemukan beberapa jenis tanah dengan komposisi lempung, debu, dan pasir yang seimbang. Tanah –tanah dengan komposisi seimbang ini relatif lebih mudah jika dijadikan campuran media tanam, namun ketersediaannya hanya terbatas di daerah-daerah tertentu saja. Yang paling mudah adalah menggunakan tanah setempat yang berasal dari daerah sekitar tempat tinggal kita. Sebagai panduan sederhana, gunakan panduan warna tanah yang ada di sekitar kita untuk melihat tingkat kesuburannya secara visual. Semakin tua warna tanah maka semakin tinggi tingkat kesuburan kimianya karena tanah-tanah tersebut tergolong tanah yang sudah mengalami perkembangan yang lanjut selama jutaan tahun, demikian pula sebaliknya.
Pupuk kandang sebagai komponen kedua bisa diperoleh dari kotoran ternak seperti sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, maupun kelinci. Kotoran ternak unggas tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai komponen pencampuran karena sifatnya yang gampang sekali memadat dan membuat media tanam menjadi keras saat media tanam kekurangan air dalam waktu panjang. Kotoran dari ternak unggas hanya disarankan untuk diberikan sebagai penutup (topping) pada bagian atas media tanam, itupun dalam jumlah yang terbatas. Gunakan pupuk kandang yang sudah terurai (matang) secara alami dari kandang ternak atau pupuk kandang yang sengaja difermentasikan (didekomposisikan) menggunakan mikrobia pengurai (decomposer) yang lazim dibuat oleh peternakan besar untuk memanfaatkan kotoran ternak sebagai hasil samping. Pupuk kandang yang matang secara alami (dalam jangka waktu relatif lama) maupun yang sengaja didekomposisikan (dalam jangka waktu singkat) mempunyai rasio Carbon/Nitrogen rendah, kurang dari 20, sementara kotoran ternak segar pada umumnya mempunyai rasio C/N lebih dari 40. Semakin tinggi rasio C/N, semakin berbahaya penggunaan pupuk kandang tersebut bagi tanaman karena pada kondisi tersebut, proses dekomposisi pupuk kandang masih berlangsung, Bakteri menguraikan carbon dari dalam pupuk kandang dengan mengambil nitrogen sebagai sumber energi utamanya. Jika pupuk kandang masih segar atau setengah matang digunakan sebagai bahan pencampur media tanam, maka dalam proses dekomposisi yang masih berlangsung tersebut, bakteri pengurai akan menggunakan semua nitrogen yang terkandung dari dalam pupuk kandang, serta mengambil nitrogen dari sumber-sumber lainnya, yaitu dari campuran tanah di dalam media tanam. Sementara jika proses dekomposisi belum juga selesai, maka bakteri pengurai akan mengambil nitrogen dari dalam tanaman sehingga nitrogen akan keluar dari dalam sel-sel, dimulai dari sel-sel daun pada bagian ujung tanaman. Keluarnya nitrogen dari dalam sel ini disebut dengan istilah plasmolisis yang menimbulkan gejala seperti daun terbakar (burning) di bagian tepi menuju ke bagian tengah daun. Itu sebabnya, sebagian orang memberi istilah “pupuk panas” untuk menjelaskan fenomena tersebut. Dalam kondisi parah, tanaman akan mengering dan mati total karena hampir semua sel-sel tanaman mengalami plasmolisis, sementara pada kondisi ringan hingga sedang, daun yang terbakar akan gugur, namun tanaman akan pulih dengan memunculkan tunas-tunas baru kembali, meski proses pemulihannya akan berlangsung cukup lama. Jika menggunakan pupuk kandang yang dibeli, pastikan bahwa pupuk kandang tersebut tidak berbau, berwarna coklat kehitaman, serta remah dengan kandungan kadar air yang cukup rendah. Jika pupuk tersebut dijual dalam kemasan plastik, pastikan bahwa di labelnya tertera angka rasio C/N kurang dari 20. Penggunaan pupuk kandang pada media tanam bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik media tanam dengan mengubah struktur tanah berat menjadi lebih remah, sementara pada tanah-tanah ringan, pupuk kandang berfungsi untuk mengikat fraksi penyusun tanah yang mudah terpecah, menjadi bentuk dengan struktur yang lebih kuat. Hasil dekomposisi pupuk kandang mampu memasok hampir semua unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, dan pemberian pupuk kandang pada media tanam berarti memperkaya kandungan mikrobia yang bermanfaat pula bagi tanaman. Kandungan hara yang terkandung pada pupuk kandang bervariasi dari daerah dan waktu yang berbeda, jenis ternak serta ransum atau pakan yang dikonsumsi oleh ternak, namun perbedaan kandungan haranya kurang nyata, umumnya berada dalam kisaran yang hampir sama.
Komponen ketiga adalah sekam padi yang banyak sekali terdapat di seluruh penjuru tanah air, khususnya di sentra-sentra produksi padi. Sebagai bahan organik yang cukup lambat urai, sekam adalah pilihan terbaik sebagai salah satu komponen penyusun media tanam tabulampot, terlebih jika dikaitkan dengan ketersediaannya yang melimpah, harga yang relative sangat murah, dan penggunaannya dalam media tanam menyebabkan total berat media tanam menjadi lebih ringan sehingga selain berfungsi untuk menunjang pertumbuhan tananam, tabulampot juga menjadi lebih mudah dipindah-pindahkan sesuai dengan kebutuhan. Penambahan sekam padi pada media tanam tabulampot lebih berujuan untuk memperbaiki porositas (kemampuan meneruskan air) sekaligus memodifikasi jumlah pori makro maupun pori mikro dalam media tanam. Modifikasi pori ini adalah wujud akhir dari kombinasi antara jenis tanah, jumlah pupuk kandang, serta jumlah sekam yang digunakan untuk membuat media tanam, semakin berat tanah yang digunakan maka semakin banyak jumlah sekam yang digunakan, demikian sebaliknya. Sekam segar relatif lebih mudah didapatkan dibanding sekam bakar yang memerlukan pengolahan lebih lanjut. Hindari penggunaan sekam yang berasal dari pengolahan padi yang belum lama dipanen karena pada umumnya masih mengandung biji padi yang lolos dari proses penggilingan, dan jika sekam ini digunakan sebagai campuran media tanam akan memunculkan banyak tunas-tunas padi yang akan berkecambah beberapa hari setelah sekam digunakan. Selain itu, sekam baru ini umumnya masih mengandung banyak pecahan beras yang jika berada dalam kondisi basah di dalam media tanam akan menjadi substrat bagi pertumbuhan jamur. Contoh sederhana adalah saat merobek polybag tanaman yang hendak di-repotting, sering terlihat miselia jamur berwarna putih di bagian bawah atau samping media tanam yang diselubungi oleh akar. Pilih sekam yang berwarna agak kusam sebagai tanda bahwa sekam tersebut berasal dari proses penggilingan padi yang sudah lama. Jika sekam bakar tersedia dalam jumlah banyak, kombinasikan sekam segar dan sekam bakar sebagai bahan campuran, dan untuk mendukung estetika tabulampot, sekam bakar yang dicampur pupuk kandang halus dapat digunakan sebagi topping setebal 2-3 cm pada bagian atas media tanam. Topping tabulampot seperti ini akan terlihat lebih bagus dan rapi dibanding topping yang terbuat dari sekam segar. Namun terkadang ketersediaan sekam bakar relatif lebih sulit karena dibutuhkan proses tambahan untuk mengubah sekam segar menjadi sekam bakar, maka untuk topping dapat dibuat dengan menaburkan pupuk kandang halus secukupnya di bagian atas media tanam. Sekam bakar sendiri sebenarnya adalah arang sekam yang dibuat dari sekam segar dengan proses sederhana, Tidak ada keunggulan nyata jika membandingkan sekam bakar dengan sekam segar, selain keunggulan sterilitasnya yang lebih baik.
Ayo membuat media tanam tabulampot
Siapkan 3 bahan utama penyusun media tanam, yaitu : tanah, pupuk kandang, dan sekam segar. Perbandingan volume 1:1:1 (bukan perbandingan berat). Perbandingan volume tanah adalah 1 bagian karena pada contoh foto di atas digunakan tanah sedang dengan komposisi fraksi lempung, debu, dan pasir yang seimbang. Tanah yang digunakan pada contoh di atas adalah tanah jenis Andosol dari lereng gunung Merbabu, Jawa Tengah.
Jangan lupa untuk menambahkan sedikit kapur dolomit atau kapur pertanian (sebanyak 2 sendok teh) untuk menjaga pH tanah sekaligus memberikan asupan kalsium yang baik bagi proses pertunasan tanaman buah yang baru dipindah ke dalam pot, serta sedikit insektisida berbahan aktif carbofuran (Furadan/Currater) sebagai bahan untuk mensterilkan tanah dari hama-hama tanah, khususnya cacing nematoda. Dosis yang digunakan adalah 1/2 sendok teh untuk media tanam sebanyak 25-30 liter
Aduk semua bahan agar bercampur dengan sempurna dan tambahkan sedikit air agar campuran media tanam menjadi lebih mudah dan kompak
Anjuran komposisi untuk pembuatan media tanam adalah sebagai berikut :
1. Jika tanah yang digunakan tergolong tanah berat dengan kandungan fraksi lempung yang tinggi sehingga bersifat sangat liat, maka anjuran komposisi media tanamnya adalah 1 bagian tanah dicampur dengan 1 bagian pupuk kandang (sapi/kambing/kerbau/kelinci) dan 3 bagian sekam segar atau sekam bakar atau kombinasi sekam segar dan sekam bakar (perbandingan volume 1:1:3). Jangan sekali-kali menggunakan abu sekam untuk campuran media tanam karena dalam kondisi jenuh air, kombinasi tanah berat dengan abu sekam akan menghasilkan efek melumpur (seperti lumpur) yang justru mengganggu drainase (pengatusan) air dan aerasi (pengudaraan) dalam media tanam. Tanah berat tergolong tanah yang miskin pori, baik pori makro maupun pori mikro, dan karena kandungan fraksi lempungnya yang tinggi, maka kemampuan ikat airnya sangat tinggi, dengan kata lain, tanah mampu menyimpan air dengan sangat baik disertai dengan drainase (pengatusan) yang buruk. Dalam kondisi seperti ini, pertumbuhan akar akan terhambat akibat adanya penggenangan air dalam tanah. Penambahan pupuk organik bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah agar tanah menjadi lebih remah (crumb) dan akar bisa tumbuh dengan leluasa, sementara penambahan sekam padi bertujuan untuk memperbaiki porositas tanah, menambah jumlah pori makro untuk meneruskan kelebihan air dalam tanah (fungsi pengatusan air) serta menambah jumlah pori mikro untuk menyimpan oksigen (fungsi aerasi atau fungsi pernafasan bagi akar)
2. Tanah-tanah sedang dengan komposisi fraksi lempung, debu, dan pasir yang seimbang, umumnya relatif ideal dijadikan media tanam tabulampot, namun tetap perlu dimodifikasi agar menjadi lebih ideal untuk digunakan sebagai media tanam dalam jumlah yang terbatas dalam pot agar ideal untuk pertumbuhan akar di bagian bawah serta manifestasi pertumbuhan tanaman yang sehat di bagian atas. Campurkan merata 1 bagian tanah sedang , dengan 0,5 hingga 1 bagian pupuk kandang, dan 1 atau 2 bagian sekam (perbandingan volume 1: 0,5: 1 atau 1:1:2), disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang berbeda antar tanaman yang satu dengan tanaman lainnya.
3. Tanah dengan fraksi pasir yang dominan, digolongkan sebagai tanah ringan karena mudah diolah, baik itu tanah dalam keadaan basah apalagi dalam keadaan kering. Tanah jenis ini umumnya terdapat di daerah di sekitar gunung berapi yang masih aktif, biasanya miskin akan kandungan bahan organik, strukturnya sangat remah cenderung rapuh, komposisi pori makro yang sangat tinggi dibanding jumlah pori mikronya, sangat mudah meneruskan kelebihan air, dan miskin kandungan unsur hara nitrogen. Karenanya, jika dibuat sebagai media tanam tabulampot, tanah jenis ini harus diperbaiki sifat-sifat fisikanya, sifat kimianya dan sifat biologinya dengan mencampurkan 1 bagian tanah dengan 2 bagian pupuk kandang, dan 1 bagian sekam (perbandingan volume 1:2:1), atau tergantung kebutuhan dilihat dari sumber tanahnya, apakah tanah diperoleh dari daerah yang tergolong subur atau kurang subur. Penambahan bahan organik seperti pupuk kandang sekaligus akan memperbaiki sifat fisika tanah (memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah), sifat kimia (menambah kandungan unsur hara organik makro dan mikro) serta memperbaiki sifat biologinya (meningkatkan jumlah dan jenis mikrobia tanah)
Ciri utama media tanam yang baik adalah tidak gampang memadat meski telah digunakan dalam kurun waktu cukup lama, dan media seperti ini hanya dapat diperoleh dengan cara memodifikasi media tanam dengan bahan-bahan yang tersedia di sekitar kita dan mudah untuk mendapatkannya. Jika ragu dalam membuat media tanam, khususnya kualitas fisiknya, lakukan tips berikut :
ambil segenggam media tanam yang telah dibuat dan dalam keadaan lembab (sedikit basah), lalu kepal dengan kuat dalam genggaman tangan. Jika saat genggaman tangan dibuka dan gumpalan media tanam pecah (Jawa : ambyar), itu berarti komposisi media tanam telah ideal secara fisik. Namun jika saat genggaman tangan dibuka dan media tanam tetap berada dalam kondisi menggumpal, berarti diperlukan penambahan sekam segar atau sekam basah dalam jumlah secukupnya agar komposisi ideal media tanam dapat terbentuk sebagaimana telah dicontohkan sebelumnya.
ambil segenggam media tanam yang telah dibuat dan dalam keadaan lembab (sedikit basah), lalu kepal dengan kuat dalam genggaman tangan. Jika saat genggaman tangan dibuka dan gumpalan media tanam pecah (Jawa : ambyar), itu berarti komposisi media tanam telah ideal secara fisik. Namun jika saat genggaman tangan dibuka dan media tanam tetap berada dalam kondisi menggumpal, berarti diperlukan penambahan sekam segar atau sekam basah dalam jumlah secukupnya agar komposisi ideal media tanam dapat terbentuk sebagaimana telah dicontohkan sebelumnya.
Penggunaan media tanam tabulampot dengan komposisi yang ideal akan sangat menunjang pertumbuhan akar menjadi lebih optimal, akar dapat tumbuh dengan leluasa karena mendapatkan suplai oksigen dan air dalam jumlah memadai, dan dalam kondisi pertumbuhan optimal tersebut, akar dapat menjalankan fungsinya untuk menyerap air dan hara-hara yang diperlukan dari dalam media tanam untuk disinergikan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Untuk konsultasi seputar tabulampot silahkan hubungi nomor di bawah ini:
Telepon : 082248073089
WhatsApp : 085842045609
Langganan:
Postingan (Atom)
Cara mengatasi lalat buah pada tanaman buah
Cara mengatasi lalat buah pada tanaman buah
Natural Metilat Lem merupakan Produk Pertanian perangkap lalat buah dari PT NASA Natural Nusantara berupa lem khusus untuk menanggul...
-
Distributor NASA merupakan mitra bisnis PT NASA dalam pemasaran produk NASA ke konsumen. Dengan menjadi Agen / Distributor Resmi PT Natur...
-
Cabe rawit termasuk salah satu komoditas pertanian yang harganya sangat berfluktuasi. Menjelang hari-hari besar seperti lebaran, puasa, h...
-
Negara agraris, Indonesia memiliki lahan yang subur serta iklim yang mendukung untuk bercocok-tanam. Berbagai macam tanaman bisa tumbuh s...









